Login | Sign up
koreyo3017

Pembahasan Film Bioskop: Pengabdi Setan

Jan 17th 2018, 9:48 am
Posted by koreyo3017
6 Views
Akhirnya buatan yang dinanti banyak peminat film horor telah sampai. Sinema horor ikonis lawas Pengabdi Setan (1980) balik dibangkitkan oleh Joko Anwar.



Ekspektasi penggemar atas film garapan ulang ini sanggup dibilang cukup tinggi. Pasalnya, Pengabdi Setan tipe asli dipenuhi sifat dan episode ikonis yang membekas di angan-angan penontonnya, bahkan sampai saat ini.

Tutur saja sejumlah kepribadian seperti Karto yang diperankan HIM Damsyik, perawakan penjaga rumah lemah yang bila muncul kadang memesonakan. Selain itu, tampak pula Darminah (Ruth Palupessi), pembantu rumah tangga yang abnormal dan kelihatannya pengabdi makhluk aneh.

Meski dibuat pada 1980, hantu-hantu yang bergentayangan termasuk menyeramkan lalu revolusioner, yakni mayat yang bangkit dari kubur berbalut kain putih compang-camping, rupanya dedemit ideal film lokal seperti langsuir, genderuwo atau pocong.

Dandanan hantu yang muncul di Pengabdi Setan kuno pun tergolong amat mengerikan buat masa itu. Sampai-sampai ada yang menyebutkan hantu di film ini bagai zombie yang disesuaikan bersama kearifan lokal. Dengan berbagai 'prestasinya' itu, bukan heran, ia sempat dibilang sebagai film horor Indonesia terseram.

Masaini, Rapi Films menuntun rumah produksi megah Korea Selatan CJ Entertainment untuk menerbitkan kembali kisah keluarga yang diteror oleh hantu si ibu. Saking totalnya, bangku sutradara sekaligus penulis skenario diisi oleh Joko Anwar sendiri.

Kisah dibuka atas masalah finansial keluarga Rini (Tara Basro) yang kehabisan uang buat biaya pemulihan sakit sang mama (Ayu Berupa). Penyakit yang begitu gawat membuat bunda Rini tak dapat menggerakkan tubuhnya dan cukup berbaring di daerah tidur.

Untuk memanggil lalu meminta dukungan, ibu Rini harus membunyikan bel.

Berbagai usaha dilakukan keluarga Rini untuk mendapatkan uang tambahan, termasuk meminta honorarium milik si ibu yang sempat berkarier di dunia cabut suara, sebelum akhirnya jatuh sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya.

Anak kedua keluarga itu, Tony (Endy Arfian), pun suka menjual sepeda motor dan barang pribadi lainnya atas menolong keluarganya. Si ayah (Bront Palarae) pun harus berdikit-dikit dan sesekali bergerak ke luar kota karena harus tetap membantu keempat anaknya.

Upaya keluarga untuk membuat sang mama sembuh dari penyakitnya kandas setelah Rini mendeteksi sang bunda terjatuh di lantai kamarnya dan menghembuskan nafas terakhir.

Kematian si ibu kelihatannya jadi awal dari teror di rumah keluarga Rini. Ia serta ketiga adiknya didatangi oleh sosok yang menyamai sang mendiang ibu. Status ini diperparah dengan hal ayah yang perlu meninggalkan mereka untuk bergerak di luar kota.

Rini, ketiga adik, serta neneknya yang berposisi di rumah secara interns menghadapi penampakan hantu mengerikan: ibunya sendiri.

Rini serta keluarganya menemukan si ibu jatuh berlanjut meninggal mayapada. Rini dan keluarganya menjumpai sang mama jatuh lalu tutupusia dunia. (Gudi. Rapi Films)
Kepanikan demi horor berdatangan silih berganti. Untuk membongkar misteri rangkaian kejadian mencekam itu, Rini terlebih harus berharap bantuan pada kiai di kampungnya, dan paranormal sekaligus kawan neneknya yang tinggal di kota.

Rini ingin ingat satu hal: Keywords [check over here] apasebabnya roh ibunya mengganggu keluarganya sendiri?

Menjadi garapan ulang satubuah film horor ikonis, Joko tentu kenal banyak pirsawan yang akan membandingkan karyanya dengan film aslinya.

Kendati demikian, dapat dibilang, Joko berhasil memanfaatkan profit menjadi sineas era kini, ialah teknologi yang lebih canggih serta sumber kepustakaan perfilman yang lebih banyak sehingga mampu membuat buatan lebih baik dari model orisinal.

Ekspektasi tinggi itu sukses dipenuhi oleh Joko. Beliau sukses menggarap Pengabdi Setan menjadi cerita yang tak berhenti meneror pemirsa selama 107 menit.
Bookmark & Share: